SMK Katolik St. Mikael Surakarta adalah sebuah sekolah menengah kejuruan di Surakarta, Indonesia. Penyelenggaraan sekolah ini berada di bawah Yayasan Karya Bakti Surakarta. Kolese ini biasa disebut dengan singkatan MICO (Michael College).Kampus kolese Mikael berlokasi di Surakarta , Jawa Tengah, Indonesia. Institusi ini dikelola oleh Romo Jesuit, terbagi dalam dua lembaga pendidikan yaitu : Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI St. Mikael) dan Sekolah Menengah Kejuruan Mikael (SMK St. Mikael).SMK Katolik St. Mikael Surakarta berada dibawah penyelenggaraan Yayasan Karya Bakti Surakarta. Selain SMK, Yayasan ini juga memiliki 2 akademi yaitu ATMI Surakarta dan ATMI Jakarta.
Refleksi selama berada di SMK ST. MIKAEL
Saat pertama kali masuk ke SMK Katolik St. Mikael Surakarta,saya mengikuti kegiatan ospek(MOS) dan menurut saya MOS di Mikael itu sungguh diluar dugaan karena ternyata ada peraturan bila ingin mengikuti MOS yaitu rambut harus di cepak(di gundul),padahal saya paling tidak pede kalau memiliki rambut pendek.Banyak kakak kelas yang menjadi panitia saat itu,mereka terlihat keras sekali saat mengatur kami(siswa baru kelas 10).Di awal MOS memang suasana tegang,tetapi di akhir(setelah berakhir acaranya MOS tersebut)suasana menjadi berbalik 180 derajat dengan yang di awal yaitu suasana jadi bersahabat dan ceria.
Saat duduk di kelas pertama atau kelas 10,saya merasa nyaman dan enjoy karena seperti tidak ada beban,seperti tugas yang tidak terlalu banyak,tiap 2 minggu sekali sabtu libur,dan praktek bengkel hanya sampai jam 12.00 siang/jam 18.00 sore
Setelah masa-masa kelas 10 saya lewati saya beranjak ke kelas 11,di kelas 11 saya kurang enjoy karena teman-temannya baru dan harus mengenal dari awal,jam praktek bengkelnya sampai jam 14.30 siang/jam 22.00 malam,membuat hari-hari menjadi semakin lelah.Masalah sering bermunculan saat saya berada di kelas 11.
Perlahan demi perlahan saya mulai terbiasa dengan jam praktek bengkel dan saya mulai mengenal semua teman yang sekelas,alhasil di kelas 12 atau saat ini saya menjadi enjoy,mulai nyaman dan dan merasa hari-hari menjadi tidak ada beban.Dan saya bersama teman-teman mulai mendewasakan diri agar di kelas 12 tidak menimbulkan masalah lagi
Refleksi selama berada di SMK ST. MIKAEL
Saat pertama kali masuk ke SMK Katolik St. Mikael Surakarta,saya mengikuti kegiatan ospek(MOS) dan menurut saya MOS di Mikael itu sungguh diluar dugaan karena ternyata ada peraturan bila ingin mengikuti MOS yaitu rambut harus di cepak(di gundul),padahal saya paling tidak pede kalau memiliki rambut pendek.Banyak kakak kelas yang menjadi panitia saat itu,mereka terlihat keras sekali saat mengatur kami(siswa baru kelas 10).Di awal MOS memang suasana tegang,tetapi di akhir(setelah berakhir acaranya MOS tersebut)suasana menjadi berbalik 180 derajat dengan yang di awal yaitu suasana jadi bersahabat dan ceria.
Saat duduk di kelas pertama atau kelas 10,saya merasa nyaman dan enjoy karena seperti tidak ada beban,seperti tugas yang tidak terlalu banyak,tiap 2 minggu sekali sabtu libur,dan praktek bengkel hanya sampai jam 12.00 siang/jam 18.00 sore
Setelah masa-masa kelas 10 saya lewati saya beranjak ke kelas 11,di kelas 11 saya kurang enjoy karena teman-temannya baru dan harus mengenal dari awal,jam praktek bengkelnya sampai jam 14.30 siang/jam 22.00 malam,membuat hari-hari menjadi semakin lelah.Masalah sering bermunculan saat saya berada di kelas 11.
Perlahan demi perlahan saya mulai terbiasa dengan jam praktek bengkel dan saya mulai mengenal semua teman yang sekelas,alhasil di kelas 12 atau saat ini saya menjadi enjoy,mulai nyaman dan dan merasa hari-hari menjadi tidak ada beban.Dan saya bersama teman-teman mulai mendewasakan diri agar di kelas 12 tidak menimbulkan masalah lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar